Blog yang Usang : Hidupkan Kembali dengan Bermimpi

Sudah 2 tahun blog ini angker karena tak pernah dihuni tidak pernah diisi posting baru. Sudah lama pula tak pernah curhat dengan pembaca setia saking padatnya jadwal biasa orang sibuk. Dan kini, aku sudah jauh lebih tua, usia semakin bertambah seharusnya didukung oleh psikis yang semakin dewasa. Namun berbeda denganku, yang masih terlihat santai-santai saja di rebahan kasur. Padahal, kuliah sebentar lagi.

“Masa transisi kalian adalah masa dimana kita keluar dari mulut buaya (sekolah) masuk ke mulut singa (kuliah)” petuah salah satu guruku yang cukup terkenal. 

Dulu sebelum di wisuda, mungkin aku masih enak-enakan bercanda, gila bareng, nakal bareng sama temen-temen SMAku. 

Dulu sebelum di wisuda, mungkin banyak guruku yang sayang denganku, saking sayangnya yang namanya PR atau tugas itu tidak ada batasan deadline. Yang penting mengumpulkan, dapat nilai.

Namun kini, aku mungkin akan merasakan kesepian. Teman baruku bukan lagi didominasi oleh manusia tapi banyaknya tugas. Guruku pun bakal tak peduli dengan apa yang aku lakukan. Yang beliau pedulikan hanya tugas dan deadline. Sangat kontras dengan dunia sekolah.

Eh kok Didin sok tau sih, belum aja kuliah udah sok-sokan ngerti dunia kuliah

Itu gunanya teman yang pengertian. Dan aku menyesal, aku baru mengerti sekarang. Tidak semua teman SMAku yang mengerti tentang pola pikirku ini. Ya, aku memang aneh. 

Dekat-dekat kuliah ini, teman-temanku yang sibuk COC-an, aku sudah sibuk cari-cari info kuliah. Teman-temanku yang sibuk nge-trip, aku berkunjung ke teman-teman yang udah kuliah, konsultasi tentang dunia perkuliahan.

Teman-teman banyak sih yang mengecap aku ini ambisius, absurd. Apalagi kini aku sudah pindah pondok, banyak yang menanyakan “Gimana mondoknya? Boyong? Kurang dua tahun kamu sudah lulus pondok kok udah boyong duluan?” Seakan-akan aku lari dari kenyataanku sebagai santri pula. Padahal, lagi-lagi impianku nggak main-main ; aku ingin merantau. Menguji diriku sendiri, jauh dari orang tua biar bisa mandiri.

Tanpa teman yang pengertian, mungkin jalan hidupku tak akan sejauh ini. Mulai dari berkecimpung di dunia jurnalistik, tim kreatif mading di pondok, desain majalah, desain poster, desain buku tahunan, edit foto, dan puncaknya adalah edit video Catatan Akhir Sekolah.

Tanpa teman yang pengertian, mungkin aku akan ikut-ikutan suka COC, ngerokok, ngetrip, yang ujung-ujungnya ngabisin duit orang tua. Sesekali sih boleh melakukan hal-hal anak muda biar gak katrok, biar bisa jadi teman yang pengertian pula.

Maunya dimengertiin, tapi ga mau mengerti orang lain

Hidup di dunia nyata ; sosial ternyata tak semudah hidup di dunia maya. Akan banyak orang yang menyepelekanmu, namun ada pula yang mendukungmu. Aku memang telat mengerti, tapi setidaknya aku sadar aku hidup di dunia tidak sendiri.

Mimpiku sederhana; خير الناس انفعهم للناس

Wisuda di MAN Gondanglegi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s