Jangan kecewakan saya!

ResurrectionSaya adalah pelajar yang belum punya hak pilih dalam pilpres, jadi keberpihakan saya pada salah satu capres tidak akan mempengaruhi suara dalam pilpres nanti. Tapi tulisan saya ini mungkin akan bisa merubah pilihan banyak orang, sehingga dampaknya akan signifikan mempengaruhi suara dalam pilpres nati. Sebagai layaknya remaja di usia saya, dunia maya terutama Facebook menjadi makanan sehari-hari. Banyak sekali informasi yang saya dapat dari berselancar di media sosial yang satu ini, mulai dari masalah sehari-hari sampai masalah politik.

Karya Seni IndonesiaSebagai remaja yang sedang mencari jati diri, saya merasakan bahwa bangsa kita sedang terpuruk, pemimpin dan wakil rakyat banyak yang korup, kejahatan dan pelecehan seksual merajalela, peredaran narkoba demikian memprihatinkan, dan kita begitu mudahnya dilecehkan bangsa lain. Makanya saya paling anti terhadap film “Upin dan Ipin” karena dalam beberapa adegan mereka merampas kekayaan budaya bangsa kita, keris, batik, ketupat, gasing, minuman cendol, dan lain-lain diangkat seolah-olah kekayaan mereka. Kenyataannya angklung, batik, tari saman hampir diakui sebagai budaya mereka. Lebih pahit lagi jika ingat hilangnya pulau sipadan dan ligitan, menunjukkan kita sangat dilecehkan.

Masalah dalam negeri tidak kalah peliknya, para pelajar bahkan mahasiswa sibuk dengan perkelahian, para wakil rakyat sibuk dengan menipu rakyat, para pemimpin sibuk menguras harta rakyat, dan masih banyak masalah lain. Sehingga saya berangan-angan kita punya pemimpin yang bisa merubah suasana itu. Almarhum Gus Dur merupakan salah satu idola saya, karena beliaulah peletak pondasi pluralisme, beliau sangat menghargai keberagaman, beliau sangat menghargai kebebasan berpendapat dan salah satu dampaknya saya bebas menuangkan tulisan ini. Ketika Walikota Solo Jokowi meluncurkan mobil SMK saya mulai tertarik, karena beliau benar-benar mengangkat karya anak bangsa. Apalagi ketika beliau maju dan membuktikan keberpihakan pada rakyat dengan salah satu kebiasaan “blusukan”, saya mulai mengidolakan Jokowi.

Poster ini menceritakan tentang banyaknya masalah yang terjadi di Indonesia. Tentunya, kita butuh pahlawan untuk menyelesaikan masalah-masalah ini. Saya pun mengangkat Gus Dur dan Jokowi sebagai pahlawannya.
Poster ini menceritakan tentang banyaknya masalah yang terjadi di Indonesia. Tentunya, kita butuh pahlawan untuk menyelesaikan masalah-masalah ini. Saya pun mengangkat Gus Dur dan Jokowi sebagai pahlawannya.

Pemikiran-pemikiran di atas serta keberpihakan saya pada Gus Dur dan Jokowi pernah saya tuangkan dalam lomba poster bertema “resurrection from ancient empires” di MAN Insan Cendekia Serpong. Jauh-jauh dari Malang ke Banten, saya beranikan bepergian sendiri untuk mempresentasikan gagasan-gagasan saya, yang salah satunya mengangkat Jokowi. Jokowipun bahkan sempat membuat saya nge-fans habis, apalagi setelah melihat majalah online internasional yang memasukkan Jokowi dalam nominasi “50 Tokoh Dunia Terbaik Minggu Ini” dan berita internasional yang banyak membahas Jokowi yang patut dicontoh oleh pemimpin lain karena kesederhanaannya.

Di awal-awal terbentuknya koalisi calon presiden, saya masih berpihak pada Jokowi, tetapi ketika mulai mengenal siapa sebenarnya Prabowo saya mulai jatuh hati. Mula-mula saya begitu heran mengapa Aburizal Bakrie yang memiliki partai terbesar kedua bersedia bergabung dengan Prabowo, padahal setahu saya dulu beliau sangat berambisi maju sebagai calon presiden. Saya juga heran kenapa Mahfud MD, mantan orang kepercayaan Gus Dur, ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta, padahal partainya berkoalisi pada Jokowi-JK. Setelah baca-baca info duduk perkaranya saya semakin nge-fans pada Prabowo, karena dibalik ketegasan dan kegagahannya tersimpan kelembutan dan rendah hati yang mampu meluluhlantakkan hati lawan politik sekalipun.

Ternyata setahap demi setahap kecintaan saya pada Prabowo semakin mendalam, semula anggapan saya Prabowo adalah bagian dari kroni-kroni orde baru, keberhasilannya menduduki pangkat tinggi dalam pasukan khusus karena memanfaatkan kedekatan dengan presiden yang juga mertuanya. Anggapan ini tertepis ketika tahu bahwa Prabowo benar-benar terlahir dari keluarga pejuang, saya sangat kagum ketika tahu bahwa dua paman Prabowo gugur bersamaan di era perjuangan. Ternyata Prabowo sendiri sering bertempur di garis depan bakan pernah terkepung musuh antara hidup dan mati, dan syukur beliau masih diberi kesempatan oleh Tuhan. Jadi kalau beliau sekarang maju sebagai capres, bukan karena mencari popularitas, bukan mencari kekuasaan, bukan mencari kekayaan, melainkan karena benar-benar memanfaatkan kesempatan hidup yang diberikan Tuhan untuk mengabdi pada negara.

Kegeraman karena bangsa kita dilecehkan bangsa lain ternyata juga terjawab pada diri Prabowo, beliau benar-benar pernah merasakan hinaan bangsa lain terhadap bangsa kita selama beliau belajar di luar negeri. Rasa nasionalisme yang ada dalam diri beliau bukan dibuat-buat tapi benar-benar ditempa oleh pengalaman hidup, terbukti ketika beliau dengan spontan bersedia mengorbankan harta demikian banyak untuk membebaskan Wilfrida dari hukuman mati. Memang sebagian orang menganggap itu untuk mencari popularitas, tetapi banyak saksi bahwa beliau tidak hanya saat ini saja membantu tanpa pamrih. Bahkan ketika masih di kesatuan beliau rela menyisihkan gajinya untuk membantu salah seorang pimpinan yang belum punya rumah. Lebih-lebih ketika dalam salah satu tayangan kenangan dialog dengan Gus Dur, secara spontan Gus Dur menunjuk Prabowo sebagai orang yang paling ikhlas, cinta saya pada Prabowo semakin lengket.

Kesederhanaan ternyata tidak harus dinampakkan dalam penampilan, Prabowo mampu menunjukkan kesederhanaan dalam arti sebenarnya. Hartanya yang melimpah ternyata bukan karena bagian dari kroni orde baru melainkan karena orangtuanya memang begawan ekonomi sehingga pantas jika beliau dilahirkan dan dibesarkan sebagai orang yang berkecukupan. Tetapi yang patut dicatat dengan kemewahan harta itu beliau tetap bisa rendah hati, sehingga banyak lawan politik atau orang yang selama ini belum simpati pada beliau jadi berubah mendukung beliau karena kerendahan hati tersebut. Cara menyapa, cara menyambut tamu, cara bertamu, dan masih banyak lain yang membuktikan kerendahan hati tersebut. Ketika bertemu dengan Megawati saat pengundian nomor, tanpa dibuat-buat beliau spontan menghormat, hal itu menandakan terhadap pesaingpun beliau tetap hormat karena Megawati adalah mantan presiden juga mantan pasangan beliau dalam maju capres lima tahun lalu. Itu juga jiwa patriotisme yang benar-benar terbentuk dalam diri beliau.

Perubahan persepsi saya dari semula hanya menokohkan Gus Dur dan Jokowi menjadi lebih menokohkan Prabowo, jika saya tulis maka akan menjadikan tulisan ini sangat panjang, sebab semakin hari semakin saya temukan hal baru yang positif dari Prabowo. Saya bahkan jadi ingat salah satu firman Tuhan (sesuai agama saya) yang menerangkan pribadi rosul yang sebagian ada dalam diri Prabowo, yaitu ayat “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka”. Kita harus tegas ketika kebenaran diinjak-injak, ketika kebudayaan kita dirampas bangsa lain, ketika bangsa kita dilecehan bangsa lain, ketika NKRI diganggu negara lain, ketika harta rakyat dirampas para koruptor, namun kita harus lemah lembut terhadap rakyat miskin, terhadap siapapun yang patut dihormati, terhadap lawan politik sekalipun karena mereka juga sama-sama memperjuangkan nasib bangsa. Hal itu ada dalam diri Prabowo, ketegasan dan kerendahan hati bercampur jadi satu ditempatkan sesuai tugas dan fungsinya.

Sebagai penutup tulisan ini, tidak banyak aspirasi yang saya bebankan pada Prabowo. Satu aspirasi, satu harapan, tapi jika dipenuhi maka semua cita-cita bangsa untuk menjadi Macan Asia akan tercapai, aspirasi tersebut adalah “Jangan kecewakan saya!”. Saya telah beralih dari semula sangat mengidolakan Jokowi menjadi lebih mengidolakan Prabowo, bukan berarti saya tidak lagi mengidolakan Jokowi apalagi membencinya. Namun saya berharap nilai positif sebagai pemimpin idola saya, yang selama ini saya anggap ada dalam diri Jokowi, harus juga dikembangkan pada diri Prabowo. Cara mengejawantahkan boleh beda tapi pada hakekatnya pada diri Prabowo sudah ada nilai yang sama dengan yang dimiliki Jokowi yang harus tetap ditumbuhkembangkan. Sedangkan kelebihan Prabowo dibanding Jokowi adalah dalam urusan menjaga kehormatan bangsa, ini harus benar-benar terwujud. Saya sudah muak dengan pelecehan terhadap bangsa kita, bangsa kita adalah bangsa besar, ayo bangkitkan kembali bangsa kita, ayo Prabowo bawa bangsa kita menjadi lebih maju dari era-era sebelumnya!Prabowo

#IndonesiaSatu
#PrabowoHatta
#SelamatkanIndonesia

aspirasi prabowo hatta
Jangan kecewakan saya! | Aspirasi Prabowo Hatta

2 Comments Add yours

  1. mukromin mengatakan:

    aku setuju

    1. mukromin mengatakan:

      Prabowo Insya Allah menang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s