Naungan Allah

on

Baru-baru ini ada anak membakar ayahnya sendiri, ada pula sekelompok anak SD mencoba meracuni temannya, beberapa hari lalu ada sekelompok anak termasuk anak TK melakukan tindakan asusila beramai-ramai. Tidak hanya itu, ada seorang ayah memperkosa anak kandungnya sehingga hamil bahkan sampai lahir. Seorang aparat tertangkap basah sedang bermesraan bahkan dengan menggunakan narkoba, seorang anggota dewan tertangkap kamera sedang menonton video porno. Dan masih banyak lagi yang lain. Itu sebagaian tanda-tanda dekatnya hari qiamat.

Menyikapi masalah itu, kita harus waspada terhadap diri dan keluarga kita, khususnya terhadap kualitas keimanan dan ketaqwaan kita. Maka janganlah kita menjauh dari para ulama’, janganlah kita bermalas-malasan dalam menuntut ilmu, khususnya untuk bekal di hari akhirat, hari dimana tidak ada naungan selain naungan Allah. Oleh sebab itu melalui majlisil ilmi ini kami mengajak diri kami dan segenap jamaah, marilah kita berusaha menjadi salah satu atau lebih atau bahkan bisa melakukan semua dari 7 golongan berikut ini

Rosulullah saw bersabda

رواه الترمذي عن ابن هريرة واحمد في المسند والبخاري ومسلم عن ابي هريرة

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ اِلاَّ ظِلُّهُ

Ada tujuh golongan orang yang akan memperoleh naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali hanya naungan Allah

  1. اِمَامٌ عَادِلٌ

Imam/pemimpin yang berlaku adil

Banyak hadits yang menempatkan seorang imam atau pemimpin yang adil pada posisi pertama, hal ini menunjukkan luhur dan mulianya serang pemimpin di mata Allah. Tapi ingat, pemimpin yang dimaksud adalah pemimpin yang bisa berbuat adil. Banyak syarat yang harus dipenuhi agar seorang pemimpin dikatakan adil, setidaknya mereka harus memiliki tiga hal

  1. Bertaqwa: Seorang pemimpin mutlak harus bertaqwa, seorang pemimpin harus melaksanakan perintah-perintah Allah, seorang pemimpin harus juga meninggalkan segala larangan Allah. Jika seorang pemimpin memenuhi kriteria taqwa, maka dia tidak akan melakukan penyimpangan, tidak akan menyalahgunakan wewenang, tidak akan makan harta rakyat, karena dia selalu takut pada Allah.
  2. Dapat menjadi tauladan yang baik: Pemimpin tidak hanya mampu mengobral janji, pemimpin tidak hanya pandai berpidato, tetapi pemimpin hendaknya mampu menjadi suri tauladan yang baik bagi rakyatnya. Contoh kecil pemimpin adalah seorang ayah, dia tidak perlu pandai melatih anaknya sholat atau pandai menceramahi anaknya, tetapi jika orang tua rajin melaksanakan sholat berjamaan, maka tanpa diperintahpun sang anak akan mengikutinya
  3. Memperhatikan dan mengutamakan kepentingan jamaah atau rakyatnya: Pemimpin yang adil bukan mengeruk keuntungan pribadi di atas penderitaan rakyatnya, tetapi seorang pemimpin harus mampu mensejahterakan rakyatnya. Rosulullah ketika akan wafat yang diucapkan, yang diingatnya, yang dipikirkannya adalah umatnya apakah mereka akan selamat dari siksa neraka atau tidak.

Demikian beratnya menjadi pemimpin yang adil ,maka pantaslah jika pemimpin yang adil menempati urutan pertama golongan yang dinaungi Allah. Adapun urutan kedua adalah

  1. وَشَابٌّ نَشَأَ فِيْ عِبَادَةِ اللهِ

Pemuda/remaja yang perkembangannya selalu didasari ibadat kepada Allah

Luar biasa, urutan kedua golongan yang dinaungi Allah jatuh pada seorang pemuda, maka berbahagialah wahai para pemuda yaitu yang menyadari bahwa dirinya adalah generasi penerus sehingga segala tingkah lakunya selalu didasari ibadah pada Allah. Ketika belajar, dia melakukannya karena Allah sehingga ilmu yang diperolehnya bisa dipergunakan untuk menegakkan hukum Allah. Ketika bekerja, dia bekerja karena Allah sehingga dia mampu mencari harta yang halal serta memanfaatkan hartanya untuk kepentingan agama Allah. Bahkan ketika rekreasi sekalipun dia lakukan juga karena Allah, sehingga justru dia bisa mengagumi segala ciptaan Allah.

  1. وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسْجِدِ اِذَا خَرَجَ مِنْهُ حَتَّى يَعُودَ اِلَيْهِ

Seseorang yang hatinya selalu ingat kepada masjid, dia keluar dari masjid lalu kembali lagi

Peringkat ketiga ditempati oleh seseorang yang hatinya tertambat pada masjid, di saat luang dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk memakmurkan masjid. Di saat sibuk, dia tidak lupa sholat lima waktu, bahkan ketika dalam perjalanan jauh sekalipun dia juga masih sempat melakukan ibadah di masjid.

Apa salahnya jadi aremania dan aremanita, tetapi tunjukkan bahwa kita tetap ingat kepada masjid, minimal kita berangkat punya wudlu dan membawa perlengkapan sholat. Sholat bisa dilakukan dimana saja asal memenuhi syarat, misal ketika kita terjebak di tengah penonton kita bisa lakukan solat di tengah-tengah mereka bahkan pahala kita bisa bertambah karena kita bisa menjadi contoh bagi mereka sekaligus berdakwah pada mereka bahwa sholat aremania tetap jalan sholat tidak ditinggalkan.

  1. وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِيْ اللهِ فَاجْتَمَعَا فِيْ ذَالِكَ وَافْتَرَقَا عَلَيْهِ

Dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah

Adakalanya dua orang bersahabat karena urusan sosial, karena urusan politik, karena pendidikan, karena pekerjaan, dsb. Tetapi jika semuanya didasari karena Allah maka persahabatan itu akan menjadikan keduanya mendapat naungan Allah. Persahabatan karena Allah dibuktikan dengan saling mengajak kepada kebaikan dan saling mengingatkan atas kemungkaran.

Demikian pula cinta kasih antar dua orang bisa menjadi penyelamat di hari akhirat asalkan rasa saling mencintai tumbuh karena Allah. Hal itu dibuktikan dengan tidak dilanggarnya larangan-larangan Allah, tidak berpacaran, tidak berpandang-pandangan apalagi berpegangan. Maka berbahagialah dua orang yang saling mencintai yang mampu melakukannya sesuai tuntunan Allah karena dia menjadi golongan keempat yang dinaungi Allah.

  1. وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Seseorang yang ingat kepada Allah di tempat yang sunyi lalu meneteskan air matanya

Golongan kelima adalah orang yang bisa menangis menyesali segala dosa-dosanya, meneteskan air mata karena ingat akan kedurhakaannya pada Allah, dan itu semua dilakukan di saat orang lain tidur atau di tempat yang sunyi, yang tidak diketahui orang lain.

  1. وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصَبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ اِنِّيْ اَخَافُ اللهَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Seorang lelaki yang diajak berbuat zina oleh seorang wanita yang berkedudukan dan berparas cantik, lalu dia menolak dengan alasan takut kepada Allah

Golongan ini adalah golongan orang-orang yang tidak mudah tergoda oleh gemerlapnya dunia khususnya godaan nafsu syahwat. Kalau kebanyakan orang terjerumus karena harta, tahta dan wanita, maka justru golongan ini mampu menolak godaan tersebut karena takut pada Allah

  1. وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَاَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمُ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ

Seseorang yang bersodaqoh secara rahasia, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dikeluarkan (diinfaq-kan) oleh tangan kanannya

Golongan terakhir mendapat naungan Allah karena sodaqohnya, tapi bukan sembarang sodaqoh melainkan sodaqoh yang dilakukan ikhlas karena Allah. Sehingga digambarkan seolah-olah tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya.

Diriwayatkan oleh Anas Ibnul Malik, bahwa rosulullah bersabda

Ketika Allah menciptakan bumi diikuti dengan diciptakan gunung sebagai pasak, para malaikat terheran-heran dan bertanya: “Ya Allah, adakah makhluq-Mu yang lebih hebat dari gunung?” Firman Allah: “Ada, yaitu besi”. Adakah yang lebih hebat dari besi? Ada, yaitu api. Adakah yang lebih hebat dari api? Ada yaitu air. Adakah yang lebih hebat dari air? Ada yaitu angina. Adakah yang lebih hebat dari angin? Allah berfirman

نَعَمْ, اِبْنُ آدَمَ يَتَصَدَّقُ صَدَقَةً بِيَمِيْنِهِ يُخْفِيْهَا عَنْ شِمَالِهِ فَهُوَ اَشَدُّ مِنْهُ

Ya, anak Adam yang bersodaqoh dengan tangan kanannnya, tidak diketahui tangan kirinya ialah yang lebih hebat.

Dipertegas lagi dalam Surat Al-Baqoroh 271

Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.

Mudah-mudahan, ada guna dan manfaatnya bagi kita dan semoga kita bisa menjadi orang yang dinaungi Allah di saat tidak ada naungan selain naungan-Nya, Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s