UMAR BIN KHOTTOB

Dalam surat Al Ahzab ayat 23 seperti yang sudah saya baca, Allah berfirman

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang Telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu[apa yang telah Allah janjikan kepadanya] dan mereka tidak merobah (janjinya),

Firman di atas memuji para sahabat Nabi yang telah berjanji setia kepada Allah dan Rosul-Nya baik dalam keadaan suka maupun duka. Mereka tetap pada perjanjiannya tanpa merubah sedikitpun, sehingga Allah memujinya. Diantara mereka ada yang gugur di medan syahid, dan ada pula yang masih hidup sambil menunggu ketentuan Allah.

Diantara mereka ada sepuluh orang yang sudah diberitakan masuk surga justru di saat mereka masih hidup. Salah satunya adalah sohabat Umar Ibnul Khattab, beliau adalah tokoh Islam yang terkenal, beliau termasuk khulafaur rosyidin yang kedua. Bahkan dalam salah satu haditsnya rosulullah pernah memuji sahabat Umar dengan sabda rosulullah

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ مَا لَقِيَكَ الشَّيْطَانُ سَالِكًا فَجًّا اِلاَّ سَلَكَ فَجًّا غَيْرَ فَجِّكَ

Demi Tuhan yang memegang jiwaku di tangan-Nya tidaklah setan bertemu denganmu di suatu jalan melainkan ia akan menempuh jalan lain yang tidak engkau lewati.

Masya’Allah, sungguh luar biasa. Kalau kita yang ada disini selalu dikelilingi, digoda, diperdaya bahkan ada yang berkawan dengan setan. Meskipun dengan berbagai amalan termasuk sering berdoa

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ kenyataannya syetan masih rajin menggoda kita, syetan tidak takut dengan kita. Berbeda dengan sohabat Umar, jangankan syetan menggoda atau mendekati, melalui jalan yang sekiranya akan bertemu Umar saja syetan sudah ketakutan sehingga mencari jalan lain. Hal ini menunjukkan begitu takutnya Umar terhadap murka Allah, begitu tingginya keimanan Umar sehingga ditakuti oleh syetan.

Melalui blog ini marilah kita kupas sedikit perilaku sohabat Umar, agar kita mampu meneladaninya sehingga kita tidak mudah lagi terpedaya oleh syetan. Ketahuilah bahwa Umar Ibnul Khottob ra masuk Islam pada tahun keenam kenabian. Ia masuk Islam pada usia 26 tahun setelah orang yang ke 40 masuk Islam. Sebelum memeluk Islam Umar adalah pemuda Quraisy yang tangguh, kuat, ahli berkuda, ahli berperang, tetapi karena belum punya keimanan Umar sering berbuat dlolim seperti halnya orang-orang jaman jahiliyah pada saat itu. Salah satunya, Umar pernah mengubur hidup-hidup anaknya sendiri, karena dilahirkan sebagai perempuan yang dianggap tidak melambangkan kekuatan dan kejayaan keturunannya.

Banyak versi kisah yang menceritakan keislaman Umar Ibnul Khattab, salah satunya adalah riwayat yang mengatakan Umar keluar dari rumah dengan menghunus pedangnya untuk membunuh Nabi Muhammad saw. Di tengah jalan ia bertemu dengan lelaki dari Bani Zuhrah dan bertanya kepada Umar ”Hendak kemanakah engkau hai Umar?” Jawab Umar: ”Aku hendak membunuh Muhammad”. Lelaki itu bertanya lagi: ”Jika engkau membunuh Muhammad, apakah Bani Hasyim dan Bani Zuhrah akan membiarkanmu hidup?”. Umar bertanya: ”Apakah engkau telah keluar dari agamamu? (maksudnya keluar dari agama berhala dan masuk Islam). Lelaki itu menjawab diplomatis ”Ketahuilah bahwa saudaramu perempuan dan suaminya telah masuk Islam”

Mendengar jawaban itu Umar malu, dan merubah haluan mendatangi rumah saudara perempuannya. Kebetulah saat itu saudara perempuan dan suaminya sedang belajar membaca Surat Thaahaa dari sahabat Al Khubab. Umar mengetuk pintu dan ketika dibukakan maka ia bertanya : ”Apakah kalian telah mengikuti Muhammad?”

Selanjutnya umar memukul suami saudaranya sampai terluka, dibela oleh istrinya (saudara perempuan Umar) sampai ia ikut terpukul juga. Ketika saudaranya kesakitan Umar merasa iba dan bertanya: ”Apa yang telah engkau baca tadi?” Dijawab oleh saudara perempuannya: ”Aku membaca salah satu Firman Allah”

Kemudian sahifah yang di dalamnya tertulis surat Thaahaa diperlihatkan kepada Umar, maka Umar mebaca surat Thaahaa ayat 1 sampai dengan 14. Setelah membacanya, hati Umar merasa kagum sampai ia berkata ”Aku ingin bertemu dengan Muhammad, maka tunjukkanlah aku dimana beliau berada?”.

Mendengar ucapan Umar, Al Khubab yang sebelumnya sembunyi, keluar dan berkata ”Wahai Umar, bergembiralah kamu, semoga Allah memilihmu karena aku mendengar Nabi saw berdoa: ”Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan Umar Ibnul Khattab atau Amru Ibnu Hisyam”.

Setelah diberitahu bahwa Nabi Muhammad ada di rumah Arqam, mak umar menuju tempat tersebut. Sesampai dihadapan rosulullah, maka rosulullah menarik baju umar seraya bersabda: ”Wahai Umar, masuklah engkau ke dalam Islam” Umar tidak dapat berbuat apapun selain mengucap dua kalimat syahadat. Semua yang hadir gembira dan mengucap takbir yang keras hingga terdengar di Masjidil Haram.

Begitu berjanji pada Allah dan rosululnya dengan ucapan dua kalimat syahadat, Umar tidak pernah goyah imannya sedikitpun bahkan lebih tegar dan lebih kuat dari kekuatan dan kehebatan jasmaninya, sampai-sampai rosulullah memunjinya karena syetan tidak berani melalui jalan yang mau dilewati Umar.

Waktu terus berlalu, terbukti Umar Ibnul Khottob semakin kokoh imannya, sehingga sederajat dengan sahabat yang lebih awal masuk Islam, bahkan Umar juga disejajarkan dengan sahabat Abu Bakar, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib atau yang lebih kita kenal dengan empat sahabat khulafaur rosyidin.

 Ketika mejabat kholifah kedua setelah Abu Bakar wafat, Umar menunjukkan kepribadian yang menonjol antara lain: bersifat adil dan bijaksana, bergaya hidup sederhana, kadang-kadang keras dan kadang-kadang lembut sesuai dengan keadaan yang dihadapi. Bahkan sering mengadakan kunjungan ke pelosok desa untuk mengetahui sendiri keadaan rakyatnya dari dekat.

Pada salah satu kunjungan Umar secara sembunyi mendengar ada anak-anak menangis kelaparan, sedang sang ibu masih memasak. Ternyata memasaknya cukup lama hingga sang anak tertidur. Akhirnya Umar keluar dari persembunyian karena penasaran ingin tahu makanan apa yang dimasaknya. Umar terkejut luar biasa karena melihat sang ibu membohongi anak-anak dengan memasak batu. Begitu tahu penyebabnya bahwa keluarga ini belum tersentuh bantuan pemerintah Umar ketakutan membayangkan sisksa Allah padanya karena tidak menjadi pemimpin yang adil. Akhirnya Umar kembali mengambil sejumlah gandum untuk kebutuhan keluarga tersebut, bahkan gandum yang berat itu dipanggulnya sendiri melalui perjalanan yang cukup jauh. Ketika pembantunya ingin menolongnya, muka Umar merah dan berkata ”Apakah kamu sangguh membantu memikul beban dosaku di akhirat nanti?” Demikianlah gambaran pemimpin yang adil yang sangat bertanggung jawab pada rakyatnya yang telah dicontohkan oleh sahabat Umar Ibnul Khottob.

Pada waktu kekuasaannya Islam bertambah luas dan beliau mengadakan perbaikan baik di bidang pemerintahan, pembangunan, dan melengkapi peraturan-peraturan yang belum ada. Usaha usaha yang telah dilakukannya antara lain 1. Mendirikan Baitul Mal 2. Membentuk Dewan angkatan perang 3. Mengatur dan mengangkat urusan kehakiman dalam Islam 5. Mengangkat undang-undang Husbah, yaitu peraturan untuk mengawasi urusan pasar, menjaga tata tertib dan kesopanan, mengawasi timbangan dan takaran serta memperhatikan kebersihan jalan umum.

Beliau wafat pada tahun 644 M karena dibunuh oleh seorang budak Persia bernama Fairus. Tetapi karena ketaqwaannya beliau justru mendapatkan tempat keninkmatan di akhirat sesuai firman Allah

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan,

Hal ini didukung pula oleh hadits  cukup panjang yang diriwayatkan Bukhari

عَنْ اَبِيْ مُوْسَى الأَشْعَرِيْ قَالَ : فَقُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ هَذَا اَبُوْ بَكْرٍ يَسْتَأْذِنُ, فَقَالَ : أِئْذِنْ لَهُ وَبّشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ. فَقُلْتُ هَذَا اُمَرُبْنُ الْخَطَّابِ يَسْتَأْذِنُ, فَقَالَ : أِئْذِنْ لَهُ وَبّشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ…

Dari Abu Musa Al-Asy’ari menyebutkan “Maka aku mengatakan: Ya Rosulullah ini Abu Bakar Shiddiq meminta izin. Nabi menjawab: Berilah dia izin dan beritakanlah kabar gembira padanya bahwa dia akan masuk surga. Lalu aku (Abu Musa) berkata lagi: Ini Umar bin Khattab meminta izin. Nabi menjawab: Berilah dia izin dan beritakanlah kabar gembira padanya bahwa dia akan masuk surga.

One Comment Add yours

  1. Noor mengatakan:

    Masya Allah… ada baiknya mengenai cerita Umar ibn Khattab pernah mengubur anak perempuannya itu tidak di ceritakan/di hapus saja, karena cerita itu adalah cerita yang bathil untuk lengkapnya baca di http://www.jamaahtabligh.tk/benarkah-umar-ibn-khattab-mengubur-hidup-hidup-anaknya/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s