Mukmin Sejati

Bila kita menyaksikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, rasanya manusia sudah hampir dikata hidup dalam kemakmuran. Apa-apa yang dibutuhkan dengan mudah bisa didapatkan asalkan ada uangnya. Sampai-sampai ingin menjelajah dunia sekalipun, asal ada dana bukan hal mustahil. Semua itu berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejalan dengan kemajuan teknologi, ternyata banyak manusia yang sudah terlalu yakin dengan keberhasilan akal. Misalnya dengan kemajuan teknologi, dengan USG mereka bisa mendeteksi kondisi janin sejak dini. Sungguh mengherankan mereka bisa begitu yakin dengan jenis kelamin jabang bayi ketika masih dalam kandungan dengan ucapan mereka ”Pasti bayinya laki-laki atau pasti bayinya perempuan”. Mestinya dengan ketinggian ilmunya mereka tetap menyandarkan diri pada Allah, dengan ucapan yang benar ”Insya Allah bayinya laki-laki atau Insya Allah bayinya perempuan”. Atau ada pula yang merasa memiliki kehebatan dalam bidang meteorologi dan geofisika sehingga begitu yakin akan terjadinya atau tidak terjadinya peristiwa alam. Saat tahun 2006 gunung merapi mengeluarkan lahar banyak pakar yang memastikan bahwa gunung akan meletus, kenyataannya baru meletus tahun 2010. Dan masih kita ingat saat lumpur lapindo baru keluar banyak pakar yang memastikan bisa menghentikannya, kenyataannya sampai saat ini tidak berhasil dihentikan. Padahal memastikan kapan turunnya hujan saja bukan kewenangan manusia, manusia hanya bisa memperkirakan, dan tentunya dengan ucapan Insya Allah besok turun hujan, dsb. Dalam Al-Qur’an jelas-jelas dinyatakan bahwa ada beberapa hal, yang hanya Allah-lah yang tahu rahasianya, yaitu antara lain 1. Kapan datangnya hari kiamat 2. Kapan turunnya hujan 3. Jenis kelamin bayi yang di dalam rahim 4. Apa yang akan kita lakukan besok 5. Di mana kita akan mati Sebagaimana firman Allah dalam Surat Luqman ayat 34 إِنَّ اللهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي اْلأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَداً وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ ﴿٣٤﴾ Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Kesombongan manusia yang mendewa-dewakan akalnya, mendewa-dewakan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu dari gejala-gejala kerusakan aqidah di zaman akhir ini. Gejala-gejala kerusakan aqidah ini patut diwaspadai dan disesali. Mengingat manusia sudah banyak yang lupa adanya Dzat Maha Kuasa yang lebih berkuasa di atas segala-galanya. Manusia banyak yang mabuk kemajuan dan bertambah sombong karena kepandaiannya. Oleh karena itu, agar kita tetap mempercayai adanya Dzat Yang Maha Kuasa dan agar kita terlepas dari kesombongan marilah kita pertebal keyakinan dan keimanan, yang tentunya tidak semudah membalik telapak tangan. Untuk mempertebal keyakinan dan keimanan tidak cukup dengan bekal ilmu pengetahuan agama yang tinggi saja, melainkan dibutuhkan hidayah Allah dan dipraktekkan melalui amal sholeh. Keimanan tidak berarti apa-apa tanpa ditunjang amal sholeh, terbukti dalam setiap ayat yang menyebut kata ”Alladzinna aamanu” selalu diikuti dengan kata ”wa amilus sholihaat”. Ini menunjukkan iman yang sempurna pasti melahirkan amal sholeh. Adapun ciri-ciri mukmin sejati antara lain sebagai berikut. 1. Selalu mengajak pada kebaikan, mencegah kepada kemunkaran, mendirikan sholat, menunaikan zakat, serta taat kepada Allah dan rosul-Nya sebagaimana Firman Allah dalam Surat At-Taubah ayat 71 وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللهُ إِنَّ اللهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ﴿٧١﴾ Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 2. Apabila disebut nama Allah, hatinya bergetar dan bila dibacakan ayat-ayat Allah kepadanya, imannya semakin bertambah dan selalu bertawakkal kepada Allah إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ﴿٢﴾ Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, 3. Dengan perasaan mantap dan tanpa ragu-ragu, bersedia berjihad, baik dengan harta dan jiwanya. Sebagaimana firman Allah إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللهِ أُوْلَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ ﴿١٥﴾ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. 4. Tidak berbuat fahsya’, tidak suka mencela orang lain, tidak suka melaknat, tidak menyelewengkan amanat, tidak mengganggu tetangga dan orang lain, tidak menipu dan sebagainya. Sebagaimana sabda rosulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَانِ وَلاَ اللَّعَانِ وَلاَ الْفَاحِشِ وَلاَ الْبَذِي Bukanlah orang mukmin, orang yang suka mencela, melaknat, dan senang berbicara kotor 5. Tidak memiliki rasa dengki, dendam, adu domba, mencari-cari kesalahan orang lain. Sebagaimana sabda rosulullah yang diriwayatkan oleh Thabrani لَيْسَ مِنِّي ذُوْحَسَدٍ وَلاَنَمِيْمَةٍ وَلاَكَهَانَةٍ وَلاَاَنَامِنْهُ Tidaklah termasuk golonganku orang yang bersifat hasud, suka adu domba, mencari-cari kesalahan orang lain. Ternyata begitu berat menjadi mukmin sejati. Dan tentunya harus disadari dan diyakini bahwa kita yang ada di majlis ini masih jauh dari memenuhi syarat-syarat mukmin sejati tersebut. Tetapi bila kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh untuk selalu meningkatkan kualitas keimanan kita, pasti Allah akan membantu kita, pasti Allah akan memberikan hidayah pada kita. Oleh sebab itulah wajar bila sepekan sekali, setiap hari Jum’at kita selalu diingatkan untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita. Dan semoga ini pesan ini tidak hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri, semoga setiap mendengar wasiat taqwa kita mampu menambah kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah, lebih lebih untuk membentengi diri di zaman yang penuh penyimpangan ini. Zaman di mana langkanya orang yang mau mengamalkan peraturan Allah dan rosulnya, sebagaimana Sabda Rosul سَيَأْتِى عَلَيْكُمْ زَمَانٌ, لاَ يَكُوْنُ فِيْهِ شَيْئٌ أَعَزَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ: دِرْهَمٍ حَلاَلٍ , أَوْ أَخٍ يُسْتَأْنَسُ بِهِ , أَوْ سُنَّةٍ يُعْمَلُ بِهَا Akan datang atas kamu masa yang tidak ada padanya sesuatu yang lebih mulia dari yang tiga macam, yaitu dirham (harta) yang halal atau saudara yang setia dan dipercayai atau peraturan Allah dan Rasulnya yang diamalkan Kalau kita cermat, kita sadar bahwa saat ini langka sekali orang yang mau mencari harta yang halal saja, saat ini langka sekali memiliki teman yang bisa dipercayai dunia akhirat, saat ini langka sekali orang yang mau mengamalkan segala peritah Allah dan rosulnya. Menghadapi situasi ini maka bekal keimanan dan ketaqwaan harus jadi tumpuan utama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s