Technology

Saat ini kita sudah memasuki kehidupan dunia modern yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, derasnya arus informasi dan canggihnya alat komunikasi antar bangsa di dunia ini. Betapa tidak, kalau dulu untuk komunikasi dengan kerabat jauh perlu surat atau telegram, bahkan telepon saja merupakan barang langka, saat ini hand phone sudah ada di mana-mana. Lebih-lebih dengan internet, kita bisa mengakses data apa saja dari penjuru dunia, bahkan kita bisa berkomunikasi dengan kerabat jauh dengan bertatap muka langsung lewat layar, seolah-olah saling berhadapan.

Kemajuan jaman ini banyak membawa dampak posistif bagi kehidupan manusia, tetapi sebaliknya kemajuan jaman ini juga membawa ekses negatif yang membahayakan generasi umat islam. Coba kita lihat di televisi di acara fakta, derap hokum, patroli dan lain-lain nampak sekali bahwa saat ini kemungkaran sudah merajalela.

Seorang anak tega membantai keluarganya demi uang, orang tua memperkosa anak kandung sendiri, dan yang baru saja mengejutkan bangsa kita adalah bom meledak di kuningan. Belum lagi dengan kasus kriminal mulai dari pencurian sepeda motor, narkoba, perkelahian pelajar dan mahasiswa yang justru sebagian besar pelakunya adalah anak-anak dan generasi muda. Pemimpin kitapun sudah tidak mengenal halal haram. Korupsi merajalela di mana-mana tidak hanya dilakukan oleh pejabat-pejabat tetapi juga dilakukan oleh wakil rakyat.

Di masyarakat kecil kita lihat kemungkaran yang sudah membudaya, perzinaan, homoseksual, waria dan perjudian sudah membudaya dan tidak tabu-lagi. Lebih-lebih dengan togel rupanya sudah menjamur ke mana-mana. Ada yang sudah menjadi kebutuhan dan ada yang katanya iseng, tetapi mereka tidak sadar bahwa sedikit atau banyak tetap haram.

Yang lebih memprihatinkan hampir semua kemungkaran yang kami ceritakan justru dilakukan oleh orang islam, bahkan merekapun mengerjakan sholat. Yang menjadi pertanyaan: “Kenapa orang Islam yang sudah sholat masih melakukan kemungkaran?” Jawabannya terantum dalam surat Al-Ankabut ayat 45

اُتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ{العنكبوت:45}

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dalam ayat tersebut diterangkan bahwa sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Kalau orang sudah sholat tetapi masih melakukan kemunkaran, berarti kualitas sholatnya masih rendah. Kita akui saja saat kita sholat hati kita belum sepenuhnya hadir menghadap Allah. Di saat sholat kita masih terbebani dengan urusan duniawi, padahal Allah menjanjikan akan menjamin rizqi kita selama kita bertakwa, sebagaimana tercantum dalam Surat Thaha 132

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاَةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لاَ نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

Memang untuk menegakkan sholat bukan pekerjaan yang mudah hal ini diperkuat dengan Firman Allah.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ (Al-Baqoroh:45)

Menghadapi krisis ekonomi, krisis politik dan krisis moral di negera kita, marilah kita rubah dengan menegakkan agama kita. Dan untuk menegakkan agama marilah kita mulai dengan sholat kita. Dalam sebuah hadits rosulullah bersabda

اَلصَّلاَةُ عِمَادُ الدِّيْنِ فَمَنْ اَقَامَهَ فَقَدْ اَقَامَ الدِّيْنِ وَمَنْ تَرَكَهَ فَقَدْ هَدَمَ الدِّيْنَ

Sholat itu tiang agama. Barangsiapa yang menegakkannya berarti dia menegakkan agama, dan barangsiapa yang meninggalkannya, berarti dia merobohkan agama.

Bahkan dalam hadits lain diterangkan bahwa orang yang meninggalkan sholat adalah orang kafir.

اِنَّ الْعَهْدَ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Sesungguhnya janji antara kami (kaum Muslimin) dengan mereka (yang kafir) adalah sholat, barangsiapa yang meninggalkan sholat maka dia telah kafir.

Untuk itu kami mengajak diri kami dan segenap jamaah, marilah kita mulai dari diri kita dengan menegakkan sholat yang berarti juga menegakkan agama. Tentunya tidak hanya dengan melaksanakan sholat lima waktu secara tertib saja melainkan dengan meningkatkan kualitasnya. Dan untuk meningkatkan kualitas sholat kita diperlukan ilmu, untuk itu maka kita harus mengutamakan menuntut ilmu.

Coba kita lihat di sekeliling kita, kemajuan teknologi bukannya menjadikan kita syukur kepada Allah, tetapi kebanyakan menyebabkan kita lalai kepada Allah. Kita sering menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsu karena terbuai oleh kemajuan jaman. Bahkan orang yang sudah sholat tapi hatinya masih lalai saja masih mau berbuat kemunkaran apalagi orang yang tidak lalai atau bahkan tidak sholat justru menimbulkan kesesatan. Hal ini sudah tertera dalam Al Qur’an

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاَةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.

Berdasar uraian di atas kesimpulannya adalah:

1.marilah kita waspadai kemajuan teknologi dengan mempertebal keimanan dan ketakwaan kita dan juga keluarga kita.

2.marilah kita tingkatkan kualitas sholat kita dan keluarga kita, sehingga sholat yang kita laksanakan benar-benar dapat menjadi pengendali kita yang mampu mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar

3.marilah kita berusaha selalu sholat lima waktu berjamaah karena dengan berjamaah kualitas sholat kita akan meningkat, sebagai mana sabda rosulullah

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ اَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً

Sholat jamaah itu lebih utama 27 kali dari sholat sendirian.

4.marilah kita jauhkan diri dan keluarga kita dari harta yang haram karena masuknya harta yang haram akan menutupi hati kita dari hidayah Allah, lebih-lebih dengan menjamurnya perjudian, riba, korupsi dan sebagainya

5.marilah kita ramaikan majlis-majlis ta’lim agar ilmu kita semakin lama semakin bertambah sehingga kualitas kitapun berkembang. Satu contoh: kalau kita sibuk, minimal sehabis maghrib dan sehabis subuh kita hiasi rumah kita dengan suara pengajian dari radam masjid agung jami’ malang, jangan kita hiasi dengan tape, televise atau yang lain. Sehingga setidak-tidaknya telinga kita dihiasi dengan pengajian-pengajian yang akan menjadi penyejuk hati kita.

6.lebih khusus marilah anak-anak kita kita kenalkan dengan agama sejak dini melalui madrasah, pesantren TPQ dan lain-lain agar mereka memiliki benteng iman dan taqwa yang kokoh, karena suasana zaman yang akan mereka hadapi nanti lebih parah dari yang kita hadapi saat ini.

7.marilah kita selalu berdoa dengan doa yang tercantum dalam surat Ibrahim ayat 40

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do`aku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s