Latest Entries »

Pengalaman Go-Provinsi

Alhamdulillah, pengumuman hari Sabtu, 12 Mei 2012 kemarin buatku berteriak riang. Aku terpilih sebagai delegasi Kabupaten Malang dalam lomba Olimpiade Sains, Bahasa dan Agama yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Jawa Timur yang bekerjasama dengan Universitas Airlangga. Aku mengambil mata pelajaran matematika di lomba ini. Kami menginap di sebuah Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Asrama yang berjumlah 7 komplek ini sangatlah luas. Kami harus berjalan hampir 1 km untuk riwa-riwi dari masjid ke kamarku yang terletak di komplek F, terjauh dan terjelek. Maklum, kami semua yang mengikuti lomba, Fikri, Naufal, Dita, dan Limah nggak bondo uang sama sekali. Gratis. Semuanya sudah tersedia. Tapi, meskipun komplek F terjelek, kami tetap merasa nyaman. Kalau di komplek F aja udah tersedia AC dan kasur empuk, gimana yang komplek A? Mungkin kamarnya udah kayak Hotel Bintang 10.

Pelaksanaan lomba dilaksanakan pada hari Rabu pagi, jam 8. Kami bersiap-siap memakai jas pink ala Masanega. Bagi anak laki-laki, kami menyebutnya “Pinky Boy”, karena semua bagian seragam, baik itu baju, celana, dasi, dan jas berwarna pink. Untuk mapel matematika, kami berkumpul di Hall A. Aku mendapat nomor urut 20 pada saat itu. Aku terus berkomat-kamit membaca sholawat kepada Rasulullah. Aku sudah memaksimalkan usahaku, bahkan aku rela tidur tengah malam hanya untuk belajar mulai habis Isya’ sampai jam 12. Setelah pembagian soal yang berjalan selama 15 menit, kami pun membuka soalnya bersama-sama. Mulai dari nomor 1 sampai 10 lancar, tapi aku mulai agak mual dengan angka. Aku baca soalnya berulang kali, tapi aku tak tahu rumus apa yang harus kugunakan pada soal tersebut. Akhirnya kulewati sampai akhirnya di nomor 40 dan seterusnya. “Waktu tinggal 10 menit lagi!” Oh tidak, aku tergopoh. 30 soal kulewati begitu saja. Ya Allah, aku harus bagaimana. Apa bisa aku mengerjakan 30 soal dalam 10 menit? Ah, sudahlah. Kukerjakan seadanya saja. Karena kalau jawabannya ngawur, malah kena point -1, kalau dikosongi dapat 0.

Pengumuman yang ditunggu-tunggu pun telah datang. Ku mulai berdebar-debar. “Untuk yang maju ke Final, akan diambil 10 besar dari 114 siswa. yang pertama, anak bernomor peserta 10….” “….dan akhirnya, yang terakhir adalah, anak bernomor peserta 98,” Darahku berhenti mengalir sejenak. Aku tidak mendengar 20 sama sekali. Usahaku selama 4 hari belakangan ini belum berhasil. Allah belum mengabulkan permintaanku. Sungguh kecewa diriku. Aku tak berhasil masuk Final. Teman-teman lain yang masuk Final adalah Fikri yamg memegang mapel IPS dan Dita yang memegang mapel Bahasa Inggris. Hatiku menangis, aku pun berlari ke kamar dan menengkurapkan diriku di kasur bertingkat. Aku berusaha tidur tapi tak bisa. Aku gelisah, mengapa aku tak masuk Final? Apa kesalahanku? Aku coba baca-baca soal tadi. Ternyata, banyak soal yang belum kukerjakan tadi ternyata ketemu rumusnya. Lagi-lagi, aku kurang cermat. Aku terlalu tegang dan terlalu berambisius untuk menang. Ya Allah, getun aku pokoke.

Setelah pelaksanaan Final, kami pun bersiap-siap untuk kembali ke tanah Malang. Penutupan sekaligus pengumuman pemenang lomba akan dilaksanakan setelah sholat maghrib. Kami, rombongan Masanega dan teman-teman dari Kabupaten Malang lainnya antusias sekali menunggu pengumuman tersebut. Saat dibacakan, Fikri, benar-benar tidak menyangka. Ialah Homo Wajakensis yang merebut trofi Juara 1 IPS. Ia benar-benar bersyukur atas malam yang penuh anugerah itu. Aku pun ikut senang. Kekecewaanku siang tadi menguap dan hilang tertiup angin. Kami merasakan kesenangan bersama. Untuk Dita, ia sama nasibnya denganku, Limah, dan Naufal. Ia belum beruntung malam itu. Sebelum kami pulang, kami berpose di depan kamera bersama Pak Kepala Sekolah, Pak Sam. Kami pun pulang membawa nama baik Masanega dan Kabupaten Malang. Membawa nama baik Masanega sungguh ringan, tapi membawa tas kami masing-masing, beratnya minta ampun. Sedikit Joke.

Ngetik 10 Jari

Bagi yang ingin jadi programmer, harus bisa yang satu ini. Karena programmer pasti berhubungan dengan mengetik suatu kode atau lainnya. Mengetiknya harus pakai teknik, yaitu teknik 10 jari. Kalau ingin belajar teknik 10 jari, langkah pertama adalah tata niat dan kesabaran kalian. Karena mungkin nanti pada saat belajar mengetik 10 jari butuh ketelitian dan ketekunan tentunya kesabaran. Dan setelah saya teliti, kebanyakan teman-teman saya yang belajar mengetik 10 jari kesulitan di jari kelingking. Kalau tidak kulino, bisa keplicuk terus nanti.

Saya akan memberikan sedikit ulasan

Foto Lucu

Foto Lucu

Share and like it!

Pada pagi yang agak mendung, Jum’at 20 April 2012, kami siswa-siswi MTsN Malang 3 mengadakan Istighosah Akbar dengan beberapa kegiatan, yaitu sholat dhuha, sholat hajat, dan membaca Yasin 3 kali. Dan, yang kami tunggu-tunggu adalah, Istighosah yang dipimpin oleh KH. Ali Mustofa dari Malang. Putra dari Alm. KH Suyuti Dahlan ini telah membuat murid MASANEGA menjatuhkan ribuan air mata. Karena tausiahnya yang menyentuh hati dan membuat saya merinding. Beliau menyampaikan bagaimana sebuah kerja keras dari orang tua kita yang menginginkan kita untuk menjadi orang yang bermartabat dan terhormat. Tetapi kita, tidak pernah menghiraukan kerja keras orang tua kita. Kita hanya bersenang-senang dan menuruti hawa nafsu. Lalu beliau menyuruh murid MASANEGA untuk merundukkan kepala dan memejamkan mata seraya membayangkan bagaimana jika orang tua kita meninggal sedangkan kita belum pernah membalas budi apa yang telah ibu dan ayah kita perjuangkan. Merekalah yang telah mendidik kita dan membesarkan kita. Mereka ada disaat kita menangis, disaat kita masih ingusan. Beliau, Gus Ali menyuruh kami untuk melantunkan kalimat Istighfar dan Tahlil beberapa kali sambil membayangkan kembali, apa dosa-dosa yang telah kita lakukan dan membayangkan jika orang tua kita meninggal. Tak lama kemudian, ribuan air mata berjatuhan ke tanah, hadirin pun menangis. Sungguh menyentuh apa yang telah disampaikan Gus Ali ini.

Maka dari itu friends, janganlah kita membuat orang tua kita takut kepada kita, tapi harusnya kalianlah yang takut kepada orang tua kalian. Karena merekalah yang membiayai sekolah kita dari TK menuju S3. Bahagiakanlah orang tuamu, karena, Ridhallahu fi ridhal walidain, ridhonya Allah adalah ridhonya orang tua. Belajarlah dengan tekun, karena sebentar lagi khususnya kelas 9 akan menghadapi sebuah ujian yang menentukan kelulusan, yaitu UN. Semoga MTsN Malang 3 tahun ajaran 2011/2012, lulus 100% dan ilmunya bermanfaat di dunia maupun di akhirat.

Amin.

Wahai Facebookers, saya baru saja dapat informasi penting dari guru saya, Pak Irul. Sebelumnya, terimakasih pak! Karena saya terinspirasi untuk menulis lagi. Kali ini adalah tentang Facebook. Kalian pasti tak asing lagi kan? Hampir semua penduduk di Indonesia punya Facebook. Biasanya, kita mencurahkan isi hati kita atau pengalaman kita di situs yang satu ini. Dan kalian menulisnya di “Dinding”. Kenapa sang pencipta Facebook, Mark Zuckerberg, menamai “Dinding”, kok  bukan “Halaman” atau “Kertas”? Asal-usul

Puisi Buatanku

Berikut ini adalah puisi karya Muhammad Bahauddin Alfan, alias saya sendiri.

Sampah Masyarakat

Hujan merintik deras

Bak adzab kaum Nabi Nuh

Ku meratapi hidupku yang melas

Karena kau telah menyayat hatiku

Rintik hujan yang menusuk tulang

Buatku semakin malang

Yang sendiri di kolong jembatan

Merintih kesakitan

Oh Tuhan, berikan ku kekuatan

Yang sendiri tanpa teman

Kesepian, kedinginan

Tapi menyesal tiada guna

Statusku hanya sampah masyarakat

Yang dilaknat oleh umat

Cinta Matematika

Ku memandang wajah sang permaisuriku

Yang penuh akan unsur-unsur positif

Dan aku, yang hanya sebuah angka negative

Yang hanya sebuah angka irrasional

Ku coba kuadratkan diriku

Sehingga menjadi angka positif

Lalu kukalikan sisimu dengan sisiku

Sehingga membentuk persegi cinta

Lalu sebuah sisi terlepas

Dan membentuk segitiga cinta

Yang sudutnya adalah aku, kamu, dan dia

Seketika besar sudutku berubah

Yang kala itu 90 sekarang hanya 30

Karena ada sosok sudut lain

Yang lebih besar dariku, yaitu 60

Dengan berat, hatiku berkata

Biarlah aku hanya 30 derajat

Dan biarlah sang 60 bersamamu

Sang permaisuki, sang 90 derajat

We Are The World

Lagu yang dinyanyikan oleh Michael Jackson dan penyanyi-penyanyi top dunia lainnya ini juga dinyanyikan oleh kelas RMBI di MTsN Malang 3. Berikut videonya.

Inilah hasil karya-karya lain PowerPointku, mau download? klik!

Alhamdulillah, akhirnya saya masih diberi kesempatan oleh Allah untuk hidup dan menulis secarik tulisan yang Insya Allah mengandung sarat ilmu ini, setelah lama saya tak menulis, kira-kira 3 bulan karena bumpet pikirannya, mau nulis apa. Hihi :)

Disini saya akan mengubah tema yang mnugkin postingan sebelumnya adalah kebanyakan tentang dakwah, saya akan mencoba berbagi ilmu dengan kalian. Setelah saya menulis blog bertajuk “Membuat Game dari PowerPoint”, saya akan mencoba menulis tentang “Mengedit foto lewat Photoshop”. Tetapi maaf, mungkin saya tidak bisa memberi teorinya karena saya sendiri belajar autodidak, inisiatif sendiri. Saya hanya bisa menjelaskan dulu Apa itu Photoshop dan hasil-hasil dari karyaku mengedit foto. Photoshop

Bagi kalian, gamer sejati, saya sarankan untuk baca yang satu ini. Kenapa? Disini kita akan belajar bersama untuk membuat game. Kalau biasanya kalian hanya bermain game, kali ini kita akan membuatnya. Tapi gamenya dimulai dari yang sederhana dulu. Sederhana, tapi seru juga lho! Kalau ingin melihat game-game hasil karyaku, silahkan kunjungi blog kedua saya, http://popodia.blogspot.com. Game-gamenya bias didownload di link yang sudah tersedia. Tahap Pertama

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
[ Kembali ke atas ]
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.